It's all about NoorreeART. Here, I just want to show you what my feelings want to write, about my favorite, my artworks, and all the things I want to share...
Rabu, 24 Maret 2010
Gambar dan Nurku
Walau kadang arah memutar pikiranku
aku bertumpu pada garis ini
Coretan-coretan hitam ini tak mau berhenti
Putih kertasku tetap setia menunggu indah gumpalan garis
tipis tebal berpadu mengukir lembar ini
Atas bawah kiri kanan dan tengah
Semua arah mnggerakkan tanganku
Aku tertumpu
Indah aku ingin indah
aku ingin kertas ini bangga
pensil juga
aku ingin pensil ini girang dan pongah
tertawa lepas hingga hilang semua lelah
Hitam telah satu dengan putih
Putihpun telah satu dengan hitam
Adil...
Ria, ria ini akan benar-benar ceria lagi
Karena aku ingin ceria lagi
ceria lagi...
Nur, kau akan bersinar lagi
yakinlah...
tak akan ada gelap lagi
tak akan lagi
Gelap kan hilang....
Gundah kan lepas
Gambar ini kan temani
Indah ini kan mengisi
dan dunia kan berseri....
Semarang, 24 Maret 2010, 16:15
Kala sore
Minggu, 07 Februari 2010
Lelamunku dalam Gelap Sang Waktu
Adakah yang kurasa kini?
Aku tak mengerti
Adakah yang tertambat pada hati kini?
Aku tak mengerti
Adakah pikir yang bergulir kini?
Kutegaskan, aku tak mengerti!
Dalam sabit melengkung berperak itulah rembulan
Dalam kedip berbagi sinar itulah bintang
Kala, telah tunjukkan ketahtaannya
Tak beranjak ia dalam putarnya
Menyeret bagaskara ia berkuat
Hilang. . .
Sang surya telah tercebur dalam lautan horison
Entahlah, waktu selalu tahu apa yang ia mau
Seolah tak pernah ragu untuk tak berbisu
Apalah daya tubuh terasa lemah tuk beranjak
Kantuk ini tak berujung
Sementara pena masih ingin menumpahkan tintanya
Kenang, masih aku terkenang
Tiga tahun silam masih tertanam
Menusuk dan menancap hingga hati serasa mati
Andai semua itu kembali kosong. . .
Semarang, 23 Desember 2009, 23:54
Ketika seisi huni terlelap
Rabu, 23 Desember 2009
Karena Ilmu Kita Bertemu, karena Itulah Kita Berpisah
Karena Ilmu Kita Bertemu, karena Itulah Kita Berpisah
karya Nurria Yuni Asttuti
Diantara bangku-bangku coklat yang tertata
Kau yang duduk di depan
Ini lagi yang dipinggir, kiri dan kanan
Apalagi yang dibelakang, ya…. Kau….
Dan ini yang terakhir, di tengah….
Sedangkan aku disini berbangga pada kalian, dik….
Aku melihat, aku mendengar, dan aku berbicara, juga menulis
Dan kau, kau juga mendengar, melihat, menulis serta merta berbicara
Kita bercengkrama, bertemu, mengenal, berakrab,
dan berbagi ilmu serta asam garam kehidupan
Kalian tahu? Tembok-tembok kokoh itu yang jadi saksi!
Papan tulis itu juga ikut berbicara
Kapur warna-warni itu tak pernah miris tergores dan teriris hingga habis
Apalagi ia sang waktu yagn menyamar jadi jam dinding yang tak pernah berdetak
dan berputar mengiringi langkah kita
Ia tak pernah berkata lelah
Tapi ….. oh…
Singkat, betapa singkat….
Singkat aku rasa, mungkin juga kau merasa
Kami merasa, kita semua merasakannya
Kala begitu kuat menggeliat, waktupun berlari layak kilat!
Namun ini hati begitu lambat
Karena disini aku tertambat
Pisah, inginkah aku?
Pisah, inginkah kamu?
TIDAK!! Itu jawabku!
Lantang pula kau menjawab, TIDAK!!
Aku akan berkata rindu, kami rindu
Kau juga akan berkata rindu
Kita semua rindu, ya…..rindu akan ilmu itu
Rindu akan kata-kata itu, kalimat-kalimat itu,
Definisi-defini itu, dan juga rumus-rumus itu
Karena ilmu, engkau tahu
Karena ilmu aku juga tahu, kita semua tahu
Seperti langit yang tinggi menaungi, itulah impi
Sekuat tanah yang tak gelisah terjajah bangunan yang pongah,
Ilmuku tertumpah
Disini, di kota ini, di tempat ini
Smanaga, we will never forget you
Magelang, 14 Desember 2009
Puisi ini ditampilkan pada acara Perpisahan PPL UNNES 2009
di SMA Negeri 3 Magelang oleh Nurria Yuni Astuti