Beranda

Minggu, 07 Februari 2010

Lelamunku dalam Gelap Sang Waktu

Gelap malam hantarkan khayal pada lamunan
Adakah yang kurasa kini?
Aku tak mengerti
Adakah yang tertambat pada hati kini?
Aku tak mengerti
Adakah pikir yang bergulir kini?
Kutegaskan, aku tak mengerti!
Dalam sabit melengkung berperak itulah rembulan
Dalam kedip berbagi sinar itulah bintang
Kala, telah tunjukkan ketahtaannya
Tak beranjak ia dalam putarnya
Menyeret bagaskara ia berkuat
Hilang. . .
Sang surya telah tercebur dalam lautan horison
Entahlah, waktu selalu tahu apa yang ia mau
Seolah tak pernah ragu untuk tak berbisu
Apalah daya tubuh terasa lemah tuk beranjak
Kantuk ini tak berujung
Sementara pena masih ingin menumpahkan tintanya
Kenang, masih aku terkenang
Tiga tahun silam masih tertanam
Menusuk dan menancap hingga hati serasa mati
Andai semua itu kembali kosong. . .




Semarang, 23 Desember 2009, 23:54
Ketika seisi huni terlelap